Berkat Big Days Out, Gokilers-gokilers NOC Kian Kompak dan Akrab

By Administrator 15 Apr 2012, 01:07:05 WIB General
Berkat Big Days Out, Gokilers-gokilers NOC Kian Kompak dan Akrab

REPUBLIKA.CO.ID, Kian kompak dan akrab. Begitulah kira-kira suasana yang terekam dalam acara perayaan ulang tahun ke-4 Ninja Owners Klub (NOC) yang berlangsung di Villa Ardila, Bogor, Jawa Barat, 13-15 April 2012. Acara bertajuk “Big Days Out “ yang didukung ROL, Indosat dan LP3I ini dihadiri 150 gokilers, sebutan akrab anggota NOC.

Mantan Ketua NOC Region Jakarta, Gani Kurnia menuturkan acara Bigs Day Out ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun.Tujuannya, mengajak para gokilers untuk jeda sejenak dari rutinitas sehari-hari dengan berkumpul bersama gokilers yang berasal dari delapan region seperti Medan, Jakarta, Bogor, Bandung, Indramayu, Bali, Lombok dan Makassar.

“Disini, sengaja kami buat acara khusus untuk mengajak gokilers untuk bersenang-senang dalam kegiatan positif. Setiap harinya, mereka tentu menjalani hidup dengan serius, belajar dengan serius, bekerja dengan serius dan berumah tangga dengan serius,” kata dia saat berbincang bersama ROL, Ahad (16/4).

Gani menjelaskan Big Days Out telah diselenggarakan sebanyak empat kali. Setiap penyelenggaraan jumlah peserta yang turut serta terus meningkat. Dalam acara ini diagendakan beragam kegiatan seperti games, diskusi, program ke depan, dan bakti sosial. Untuk Big Days Out kali ini, ada agenda khusus berupa pemilihan ketua NOC region Jakarta untuk masa bakti 2012-2014.

“Khusus baksos, sudah menjadi kewajiban kami untuk berbagi kebahagian bersama orang-orang disekitar kita. Anak-anak menyisihkan uangnya, lalu diserahkan kepada Ketua RT dan tokoh masyarakat setempat untuk nantinya diberikan kepada yang berhak. Untuk baksos kali cukup besar, yakni 3 jutaan lebih,” paparnya.

Yang menarik selama berlangsungnya Big Days Out, masing-masing anggota NOC dari masing-masing region berkumpul dan berbaur menjadi satu. Ego region yang bisa muncul coba ditekan dengan membuka ruang lebih luas untuk bersosialisasi. Suasana pun menjadi cair, gelak tawa dan nada gembira tampak kentara.  Tak ketinggalan, aktivitas 24 jam penuh saling ejek-mengejek antar sesama gokilers. “Ya seperti inilah NOC, kami sengaja tidak membuat aturan ini itu sehingga suasana menjadi kaku. Tapi kami tetap minta komitmen kepada para anggota bahwa semuanya harus fun, jangan ada yang merasa sakit hati atau emosional,” kata Gani.

Ketua NOC Jakarta, Aldi Garibaldi Kasim menilai tidak mudah untuk membuat anggota NOC kompak dan akrab. Sebabnya, ia bersama manajemen dan dewan gokilers, mencoba untuk terus mendorong para anggota untuk berbaur satu sama lain. Hal itu terus ditekankan pada setiap penyelenggaraan kegiatan NOC.”Klub tanpa kekompakan para anggotannya tidak akan bergerak maju. Hal inilah yang merupakan tantangan bagi klub atau komunitas. Karena itulah, kami selalu menekankan NOC bukanlah milik satu orang tetapi milik bersama yang harus dikelola bersama,” kata dia.

Menurut Aldi, dengan meluasnya keanggotaan NOC, saat ini tercatat 300 anggota, kebutuhan akan kekompokan dan keakraban menjadi tantangan. Sebab, sulit untuk menjalani visi dan misi yang ditetapkan bila tidak ada dua hal tadi. “Yang pasti kami sanggup untuk tidak menyerah menjaga hal itu,” kata dia.

Gani menimpali untuk menjadi bagian dari NOC, aturannya satu jangan marah dan sakit hati. Jadi, dua hal itu, merupakan kunci dari NOC dalam membina kekompakan dan keakraban antar anggota.  Menurut dia, ketika kekompakan dan keakraban itu dibina selanjutnya mudah untuk menggerakan masing-masing anggota untuk bergerak maju.

“Ambil contoh saja, ketika Touring keluar Jakarta, kekompakan itu menjaga anak-anak dari sikap arogan. Kami punya satu prosedur dimana dalam berkendara kita harus berbagi dengan orang lain. Semua pengendara harus fun. Kita tahu, dalam kelompok besar sangat dimungkinkan adanya sifat arogansi. Kekompakan itulah benteng dari arogansi itu,” kata dia.

Contoh lainnya, kata Gani, kekompakan dan keakraban membuat roda organisasi berjalan. Semua pihak memiliki hak untuk bersuara tetapi tanpa rasa kompak dalam membangun komitmen guna mendahulukan kepentingan organisasi dan kepentingan pribadi maka hak suara itu dapat digunakan secara bertanggung jawab.

“Tadi malam kita banyak berdiskusi tentang organisasi, saya percaya NOC akan meluas. Pertanyaanya, bagaimana anak-anak menyambut hal itu. Tentu ada kekompakan dari dalam, sehingga pada acara Big Days Out ini, kami sisakan waktu lebih banyak untuk berdiskusi bersama tentang motor dan masa depanm” kata dia.

Bukti konkret lain nilai-nilai kekompakan dan keakraban yang terus dijaga NOC adalah keberadaan tradisi menceburkan diri ke dalam kolam. Tradisi ini telah lama diterapkan para gokilers selepas menjalani rangkaian kegiatan Big Days Out. Entah siapa yang memulai, yang pasti tradisi ini tidak akan membiarkan satu pun gokilers berbaju kering. Termasuk Aldi yang sempat dilindungi anaknya agar tidak dipaksa menyebur kolam oleh teman-teman ayahnya. Tapi apa daya, Byarrrrrrrr.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment